Minyak,
minyak bumi adalah sumber utama bagi kebutuhan manusia. Indonesia menghasilkan
minyak bumi sebesar 1,2 juta barrel per hari, dan mengeluarkan limbah sebanyak
3120 barrel per hari, dan dalam waktu satu tahun indonesia bisa menghasilkan
limbah sebanyak 1,3 juta barrel, yang 285.000 diantanya limbah yang berbahaya
dan bisa disebut juga B3 yaitu bahan berbahaya dan beracun
Alam akan terkena
dampak dari limbah yang telah di hasilkan, yang paling di rasakan oleh limbah
minyak yaitu ekosistem pesisir baik terumbu karang, mangrove maupun biota air,
baik yang bersifat lethal (mematikan) maupun sublethal (menghambat pertumbuhan,
reproduksi dan proses fisiologis lainnya). Cara mengatasai limbah yang terjadi
dengan cara biologi merupakan alternatif yang efektif dari segi biaya dan aman
bagi lingkungan. Pengolahan dengan metode biologis disebut juga bioremediasi,
yaitu biotek-nologi yang memanfaatkan makhluk hidup khususnya mikroorganisme
untuk menurunkan konsentrasi atau daya racun bahan pencemar.
Minyak bumi
menimbulkan senyawa aromatik diantaranya cicin benzema dan di kenal juga dengn
rumus C6H6, senyawa organik yang berwana dan mudah terbakar, serta mempunya bau
yang
manis, benzema terdiri dari 6 atom karbon yang berbentuk cincin. Benzena
memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.
Dari residu berminyak
yang tertimbun dalam pipa induk gas di inonesia. Saat ini sumber utama benzena,
benzena tersubtitusi dan senyawa aromatic adalah petroleum 65% tetraetil timbal
TEL (tetraetil lead) [(CH3CH2)4Pb], 25% 1,2-dibromoetana (BrCH2CH2Br), dan 10%
1,2-dikloroetana (ClCH2CH2Cl)
Hal ini biasanya
dianggap terjadi karena elektron-elektron bisa berputar di
dalam bentuk susunan lingkaran atom-atom, yang bergantian
antara ikatan kovalen tunggal dan ganda. Ikatan-ikatan ini bisa dipandang
sebagai ikatan hibrida (campuran) antara ikatan tunggal dan ikatan ganda,
setiap ikatan-ikatan ini adalah sama (identis) dengan ikatan yang lainnya.
Model cincin aromatis yang umum dipakai, yaitu sebuah cincin benzena
(cyclohexatriena) adalah terbentuk dari cincin beranggota enam karbon yang
bergantian, pertama kali dikembangkan oleh Kekulé. Model benzena ini terdiri dari dua
bentuk resonansi, yang menggambarkan ikatan covalen tunggal dan ganda yang
bergantian posisi. Benzena adalah sebuah molekul yang lebih stabil dibandingkan
yang diduga tanpa memperhitungkan delokalisasi muatan.
Sifat Fisik senyawa benzena
- Zat cair tidak berwarna
- Memiliki bau yang khas
- Mudah menguap
- Benzena digunakan sebagai pelarut.
- Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
- Larut dalam berbagai pelarut organik.
- Benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air.
- Densitas : 0,88
- Senyawanya berupa senyawa lingkar/siklis.
- Terjadi resonansi (pergerakan elektron di dalam molekul).
- Terjadi delokalisasi elektron pada struktur benzena.
- Mempunyai aroma yang khas.
Sifat Kimia senyawa benzena
- Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
- walaupun sukar diadisi tapi benzena masih dapat diadisi dengan katalis yang tepat
Sumber Dari:

