BAB
13
1. Jelaskan pengertian udara, berikut
komposisinya?
Udara adalah
suatu campuran gas
yang terdapat pada
lapisan yang
mengelilingi bumi.Komposis campuran
gas tersebut tidak
selalu konsistan.
Komposisinya adalah
Komposisi udara kering
di mana semua
uap air telah
dihilangkan relatif
konstan. Komposisi udara kering yang besih yang dikumpulkan di sekitar
laut dapat
dilihat pada Tabel
1. konsentrasi gas
dinyatakan dalam persen
atau per sejuta
(ppm = part permillion), tetapi untuk gas yang konsentrasinya sangat
kecil biasanya
dinyatakan dalam ppm. Selai gas-gas yang tercantum dalam abel 9.1.
masih ada lagi
gas-gas lain yang
mungkin terdapat di
udara tetapi jumlahnya
sangat kecil, yaitu
kurang dari 1 ppm. (Fardiaz, 1992).
|
Komponen
|
Formula
|
Persen Volume
|
Ppm
|
|
Nirogen
|
N2
|
78,08
|
780. 800
|
|
Oksigen
|
O2
|
20,95
|
209. 500
|
|
Argon
|
Ar
|
0,934
|
9. 340
|
|
Karbon diokside
|
CO2
|
0,0314
|
314
|
|
Neon
|
Ne
|
0,00182
|
18
|
|
Helium
|
He
|
0,000524
|
5
|
|
Metana
|
CH4
|
0,0002
|
2
|
|
Kripton
|
Kr
|
0,000114
|
1
|
2. Jelaskan mengenai polutan
udara primer dan sumber utama polusi !
Polutan udara primer, yaitu
polutan yang mencakup 90% dari jumlah polutan
udara seluruhnya, dapat dibedakan menjadi lima kelompok sebagai
berikut:
1. Karbon monokside (CO)
2. Nitrogen (NOx)
3. Hidrokarbon (HC)
4. Sulfur diokside (SOx)
5. Partikel
Sumber polusi yang utama
berasal dari transportasi, di mana hampir 60% dari
polutan yang dihasilkan
terdiri dari karbon
monokside dan sekitar
15% terdiri dari
hidrokarbon. Sumber-sumber polusi lainnya misalnya pembakaran, proses
industri,
pembuangan limbah, dan
lain-lain. Polutan yang utama
adalah karbon monokside
yang mencapai hampir setengah dari seluruh polutan udara yang ada.
Karbon monokside (CO) adalah
suatu komponen tidak berwarna, tidak berbau
dan tidak mempunyai rasa yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu
di atas -192º
C,. komponen ini mempunyai berat sebesar 96,5% dari berat air dan tidak
larut di
dalam air.
3. Bagaimana terjadinya
pembentukan karbon monoksida (CO) !
Karbon monokside yang terdapat di alam terbentuk dari salah satu proses
sebagai berikut:
1. Pembakaran tidak
lengkap terhadap karbon
atau komponen yang
mengandung karbon.
2. Reaksi antara
karbon diokside dan
komponen yang mengandung
karbon
pada suhu tinggi.
3. Pada suhu tinggi, karbon
diokside terurai menjadi karbon monokside dan O.
4. Bagaimana pengaruh CO
terhadap manusia?
Pengaruh beracun CO terhadap tubuh terutama disebabkan oleh reaksi
antara
CO dengan hemoglobin
(Hb) di dalam
darah. Hemoglobin di
dalam darah secara
normal berfungsi dalam
sistem transpor untuk
membawa oksigen dalam
bentuk
oksihemoglobin (O2Hb) dari paru-paru ke sel-sel tubuh, dan membawa
CO2 dalam
bentuk CO2Hb dari
sel-sel tubuh ke
paru-paru. Dengan adanya
CO, hemoglobin
dapat membetuk karboksihemoglobin. Jika
reaksi demikian terjadi,
maka
kemampuan darah untuk
mentranspor oksigen menjadi
berkurang. Afinitas CO
terhadap hemoglobin adalah 200 kali lebih tinggi daripada afinitas
oksigen teradap
hemoglobin, akibatnya jika
CO dan O2
terhadap bersama-sama di
udara akan
terbentuk COHb dalam jumlah jauh lebih banyak dari pada O 2Hb
5. Berbagai cara
dilakukan untuk mengurangi
emisi CO dari
kendaraan
bermotor, berikan penjelasan!
Cara-cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Modifikasi mesin
pembakar untuk mengurangi
jumlah polutan yang
ter
2. Pengembangan reaktor
sistem ekshaust sehingga
proses pembakaran
berlangsung sempurna dan
polutan yang berbahaya
diubah menjadi
polutan yang aman.
3. Pengembangan substitusi
bahan bakar untuk
bensin sehingga
menghasilkan polutan dangan konsentrasi rendah selama pembakaran.
4. Pengembangan sumber
tenaga yang rendah
polusi untuk menggantikan
mesin pembakar yang ada.
6. Berikan uraian menganai udara
nitrogen oksida, hidrokarbon, sulfur
oksida dan partikel !
Nitrogen okside (NOx) adalah
kelompok gas yang terdapat di atmosfir yang
terdiri dari gas
nitrik okside (NO)
dan nitrogen diokside
(NO 2). Walupun bentuk
nitrogen okside lainnya ada,
tetapi kedua gas
ini yang banyak
ditemukan sebagai
polutan udara. Nitrik okside merupakan gas yang tidak berwarna dan
tidak berbau,
sebaliknya nitrogen diokside mempunyai warna coklat kemerahan dan
berbau tajam.
Hidrokarbonkomponen
hidrokarbon hanya terdiri dari elemen
hidrogen dan karbon. Beribu-ribu komponen hidrokarbon terdapat di alam,
di mana
pada suhu kamar
terdapat tiga bentuk,
yaitu gas, cair
dan padat. Sifat
fisik dari
masing-masing bentuk tersebut dipengaruhi oleh struktur molekul,
terutama jumlah
atom karbon yan menyusun molekul hidrokarbon. Hidrokarbon yang
mengandung 1 -4 atom karbon
berbentuk gas pada
suhu kamar, sedangkan
yang mengandung 5
atau lebih atom
karbon berbentuk cair
atau padat. Semakin
tinggi jumlah atom
karbon semakin cenderung
untuk terdapat dalam
bentuk padat. Hidrokarbon
yang
sering menimbulkan masalah dalam polusi udara adalah yang berbentuk gas
pada
suhu atmosfer normal atau hidrokarbon yang bersifat sangat volatif
(mudah berubah
menjadi gas) pada
suhu tersebut. Kebanyakan
komponen-komponen tersebut
mempunyai struktur yang
sederhana, yaitu mengandung
12 atom karbon
atau
kurang per molekul.
Polusi oleh sulfur okside
terutama disebabkan oleh dua komponen gas yang
tidak berwarna, yaitu sulfur diokside (SO 2) dan sulfur triokside
(SO3), dan keduanya
disebut sebagai SOx. Sulfur diokside mempunyai karakteristik bau yang
tajam dan
tidak terbakar di udara, sedangkan sulfur triokside merupakan komponen
yang tidak
reaktif.
Pembakaran bahan-bahan yang
mengandung sulfur akan
menghasilkan
kedua bentuk sulfur
okside, tetapi jumlah
relatif masing -masing tidak
dipengaruhi
oleh jumlah oksigen
yang tersedia. Meskipun
udara tersedia dalam
jumlah cukup,
SO2 selalu terbentuk dalam jumlah terbesar. Jumlah SO yang terbentuk
dipengaruhi
oleh kondisi reaksi, terutama suhu, dan bervariasi dari 1 sampai 10%
dari total SO x.
Meskipun polutan udara
yang telah dijelaskan
pada bab-bab sebelumnya
berbentuk gas, tetapi
ada polutan udara
yang berbentuk partikel-partikel kecil
padatan dan droplet cairan yang terdapat dalam jumlah tinggi di udara.
Polusi udara
karena partikel-partikel tersebut
merupakan masalah lingkungan
yang perlu
mendapat perhatian, terutama di daerah perkotaan.
7. Apa yang anda ketahui
mengenai polusi udara di kota besar ?
Masalah pencemaran udara
dikota-kota besar, sangat
dipengaruhi dan berbedaolehberbagaifaktoryaitu: tofografi,
kependudukan, iklimdancuacasertatingkat atau angka
perkembangan sosio ekonomi dan industrialisasi.
Masalah-masalahiniakanmeningkatkeadaannya,
jikajumlahpendudukperkotaansemakinmeningkat yang mengakibatkanjumlahpenduduk
yang terpaparpolusi udarajugameningkat.
8.
Bagaimana peranan perguruan tinggi dalam mengatasi polusi udara, buatlah
analisis
singkat dengan studi kasus Program Pengelolaan Udara di Fakultas
Teknik
Sipil dan Lingkungan ITB ?
Melalui Program
Pengelolaan Udara dan Limbah, Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan ITB
telah melakukan berbagai
kegiatan penelitian dan
pengabdian
masyarakat, seperti
berikut :
Penelitian-Penelitian
yang Dilakukan di Laboratorium Kualitas Udara
Faktor Emisi Gas Buang CO, Pb, dan Partikulat
pada Kendaraan Bermotor
Roda Empat di Indonesia
Pengaruh Buangan Gas CO, NO2, dan HC,
Partikulat, SO2 dan Pb dari
Industri terhadap
Kualias Udara di Daerah Bandung Selatan
Studi Evaluasi Kualitas Udara, Khususnya SO,
SO, NO, Partikuiat Akibat
Proses Pembakaran
Batubara PUD Suralaya
Metodologi Penentuan Titik Pemantauan untuk
Sumber Udara Tidak
Bergerak dengan Industri
Semen Palimanan sebagai Studi Kasus
Penyisihan NOx secara Fotokatalitik
menggunakan Titanium Dioksida
Pengaruh Pembebanan dalam Komposisi Polisiklik
Aromatik Hidrokarbon
(PAH) dalam Emisi Mesin
Diesel
Penelitian
dalam Kualitas Udara Perkotaan
Pengukuran Fluks Deposisi Kering Ambien untuk
Partikel Total dan Pb di
Bandung
Studi Pencemaran Udara (TSP, Pb, SO2, CO,
NO2, Total Hidro Karbon di
Daerah Pemukiman Bandung
Utara
Distribusi Ukuran Parikulat untuk Senyawa
Sulfat dan Nitrat di Bandung
Identifikasi Sumber Emisi Pencemar Gas dan
Partikulat di Su rabaya
Analisis Komposisi dan Fraksi Partikulat
Atmosferik di Kota Bandung
Evaluasi Hasil Pengukuran Konsentrasi
Partikulat, Senyawa NOx, CO, NO2
dan Pb di Jalan Braga
Bandung
Analisis Komposisi Fraksi dan Fluktuasi Hidro
Karbon C1 –C5 dari Udara,
Studi Kasus di Bandung
Utara
Analisis Prekursor Fotooksidan di Daerah
Bandung
Index Pencemaran Udara dengan Indikator
Coefficient of Haze: Studi Kasus
Bandung-Jakarta
Kajian Korelasi Konsentrasi Polutan CO dan
NOx dengan Jumlah Kendaraan
Bermotor dengan Studi
Kasus Terminal Leuwi Panjang Bandung
Penelitian
dalam Pengendalian Pencemaran Udara
Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas
Ammonia dan Hidrogen Sulfida
Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas SO2
Studi Evaluasi Efisiensi Penyisihan Gas SO2
dengan Pembebanan Tinggi
Menggunakan Teknik
Biofiltrasi
Penelitian
dalam Studi Kinetik dan Kimia Atmosfer Daerah Tropis
Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman
Partikulat pada Deposisi Kering
Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman
pada Deposisi Basah
Studi Perilaku SenyawaSulfurdi Daerah Tropis
Model Kinetika Pembentukan Ozon di Troposfer
dengan Prekursor
Hidrokarbon dan NOx
Identifikasi Prekursor Sumber Emisi dan
Proses Asidifikasi Hujan Asam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar